🚨 HOTLINE DARURAT SAR, Hubungi 115 untuk laporan keadaan darurat 24 jam!
Jl. Pelabuhan No. 1, Komplek SAR maros (0741) 253755 Senin–Jumat 08.00–15.00 WIB

Struktur Organisasi

Susunan organisasi BASARNAS maros maros, struktur sistematis untuk operasi SAR yang cepat dan terkoordinasi.

Pimpinan Kantor

Pimpinan BASARNAS maros

Tim pimpinan yang memimpin arah strategis operasi pencarian dan pertolongan di maros.

Kepala Kantor SAR

Memimpin penyelenggaraan operasi SAR & kebijakan pencarian dan pertolongan di maros.

Kasubsi Operasi SAR

Bertanggung jawab atas perencanaan, pelaksanaan, dan koordinasi setiap operasi SAR di maros.

Kasubsi Sumber Daya

Mengelola personil rescuer, peralatan, sarana SAR, & pelatihan internal BASARNAS maros.

Sub-Bidang & Unit

Unit Operasional

Setiap unit memiliki tugas khusus untuk mendukung operasi SAR cepat dan profesional di maros.

01

Unit Operasi Darat

Tim rescuer khusus operasi pencarian di pegunungan, hutan, dan area daratan maros.

02

Unit Operasi Perairan

Tim diver dan kapal SAR untuk operasi penyelamatan di laut, sungai, dan danau maros.

03

Pusat Komunikasi (Pusdalop)

Operator hotline 115, koordinasi radio, dan dispatch tim ke lokasi insiden 24 jam.

04

Unit Logistik & Sarana

Pemeliharaan peralatan rescue, kapal SAR, kendaraan operasional, dan stok logistik darurat.

05

Unit Diklat SAR

Penyelenggaraan pelatihan internal rescuer dan eksternal untuk masyarakat maros.

06

Unit Tata Usaha

Administrasi kepegawaian, keuangan, dan pelaporan kinerja BASARNAS maros.

Bagan Organisasi

BASARNAS maros dipimpin oleh Kepala Kantor SAR yang membawahi dua Kasubsi: Operasi SAR dan Sumber Daya. Masing-masing membawahi unit operasional yang fokus pada bidang spesifik.

Struktur ini memungkinkan koordinasi cepat saat operasi darurat, Pusdalop menerima panggilan 115, Kasubsi Operasi langsung dispatch tim sesuai jenis insiden (darat/air/udara), didukung Logistik dan Komunikasi yang siap 24 jam.

Koordinasi Eksternal: BASARNAS maros berkoordinasi rutin dengan BNPP pusat, BPBD maros, TNI, POLRI, BMKG, KKP, dan komunitas relawan SAR di wilayah operasi.